IDENTIFIKASI JENIS CENDAWAN PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum)
PADA TOPOGRAFI YANG BERBEDA
Cara Mengidentfikasinya:
Pengambilan Sampel
Seluruh tanaman sampel (5 tanaman) yang terserang penyakit dibongkar dengan menggunakan cangkul sampai kedalaman 25 cm dpt untuk diidentifikasi di laboratorium dan 200 gram tanah untuk pemeriksaan penyakit di dalam tanah.
Pemeriksaan bagian tanaman cabai dilaboratorium
1. Pemeriksaan langsung (Direct Inspection)
Seluruh bagian tanaman diamati langsung dari gejala serangan cendawan dengan menggunakan binokuler microscope dan dilanjutkan dengan compound microscope dengan pembesaran 10x, 40x dan 100x (Zahara,2004).
2. Metode kertas saring (Blotter Test)
Bagian tanaman disterilisasi dengan menggunakan natrium hipokhlorit 2% selama 5 menit kemudian dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 kali dan dikeringkan dengan tissu steril. Kemudian bagian tanaman tadi disusun di atas petridish yang telah dialasi dengan kertas saring steril. Petridish diletakkan di dalam ruang inkubasi dibawah lampu NUV (Near Ultra Violet) dengan 12 jam gelap selama 7 hari. Setelah 7 hari pertumbuhan cendawan diamati dengan menggunakan compound microscope.
3. Metode Inkubasi pada Media Agar
Bagian tanaman yang sakit dan sehat dipotong (± 2 cm). Disterilkan dengan larutan natrium hipoclorit 2% selama 5 menit dan dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 (tiga) kali dan dikeringkan dengan kertas tissu steril. Kemudian potongan tanaman tersebut disusun dalam petridish yang berisi media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi ± 5 hari dalam ruang inkubasi.
Pengambilan Sampel
Seluruh tanaman sampel (5 tanaman) yang terserang penyakit dibongkar dengan menggunakan cangkul sampai kedalaman 25 cm dpt untuk diidentifikasi di laboratorium dan 200 gram tanah untuk pemeriksaan penyakit di dalam tanah.
Pemeriksaan bagian tanaman cabai dilaboratorium
1. Pemeriksaan langsung (Direct Inspection)
Seluruh bagian tanaman diamati langsung dari gejala serangan cendawan dengan menggunakan binokuler microscope dan dilanjutkan dengan compound microscope dengan pembesaran 10x, 40x dan 100x (Zahara,2004).
2. Metode kertas saring (Blotter Test)
Bagian tanaman disterilisasi dengan menggunakan natrium hipokhlorit 2% selama 5 menit kemudian dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 kali dan dikeringkan dengan tissu steril. Kemudian bagian tanaman tadi disusun di atas petridish yang telah dialasi dengan kertas saring steril. Petridish diletakkan di dalam ruang inkubasi dibawah lampu NUV (Near Ultra Violet) dengan 12 jam gelap selama 7 hari. Setelah 7 hari pertumbuhan cendawan diamati dengan menggunakan compound microscope.
3. Metode Inkubasi pada Media Agar
Bagian tanaman yang sakit dan sehat dipotong (± 2 cm). Disterilkan dengan larutan natrium hipoclorit 2% selama 5 menit dan dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 (tiga) kali dan dikeringkan dengan kertas tissu steril. Kemudian potongan tanaman tersebut disusun dalam petridish yang berisi media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi ± 5 hari dalam ruang inkubasi.
Peubah amatan
1. Lingkungan Fisik dan Kimia
a. Suhu udara, kelembaban udara, suhu tanah dan ph tanah diukur pada saat pengambilan sampel dengan menggunakan thermometer, hydrometer dan ph tanah.
b. Carbon, Nitrogen dan kadar organik tanah dianalisa di laboratorium dengan cara menimbang 25 gram tanah kemudian dipanaskan dalam oven pada suhu 600C selam 3 jam.
2. Jenis cendawan pada tanaman cabai
kesimpulan
1. Terdapat perbedaan yang nyata terhadap keragaman jenis cendawan pada ketinggian 0-300 mdpl dengan rata-rata 5.33 dan ketinggian 301-600 mdpl dengan rata-rata 9.33, tidak berbeda nyata pada ketinggian 301-600 mdpl dan 601-900 mdpl.
2. Terdapat 7 jenis cendawan pada ketinggian 0-300 mdpl, 15 jenis cendawan pada ketinggian 301-600 mdpl dan 19 jenis cendawan pada ketinggian 601-900 mdpl.
3. Pada ketinggian 0-300 mdpl cendawan yang diidentifikasi ada 7 jenis cendawan yaitu Fusarium semitectum, Penicillium digitatum, Collectottrichum dematium, Fusarium solani, Fusarium reticulatum, Fusarium nivale, Oidium sp, pada ketinggian 301– 600 mdpl terdapat 15 jenis cendawan yaitu Fusarium semitectum, Alternaria solani, Curvularia lunata, Collectottrichum dematium, Fusarium solani, Fusarium reticulatum, Fusarium acuminatum, Fusarium anthopilum, Oidium sp, Alternaria casipora, Fusarium moniliforme, Fusarium chlamydosporium, Aspergillus flavus, Fusarium dimerium, Aspergillus niger dan pada ketinggian 601-900 mdpl ada 19 jenis cendawan yaitu Fusarium semitectum, Alternaria solani, Curvularia lunata, Penicillium digitatum, Colletotrichum dematium, Fusarium solani, Fusarium reticulatum, Fusarium nivale, Fusarium acuminatum, Dactylosporium macropas, Oidium sp, Alternaria casipora, Fusarium moniliforme, Fusarium clamysosporium, Fusarium graminearum, Aspergillus flavus, Fusarium dimerium , Aspergillus niger, Diplococcium spicatum.
sumber :
http://www.bbkpbelawan.deptan.go.id/Karya%20Tulis/Cendawan.pdf
Senin, 18 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar