BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 16 Mei 2011

IDENTIFIKASI PENYAKIT CABAI

Pengambilan Sampel
Seluruh tanaman sampel (5 tanaman) yang terserang penyakit dibongkar dengan menggunakan cangkul sampai kedalaman 25 cm dpt untuk diidentifikasi di laboratorium dan 200 gram tanah untuk pemeriksaan penyakit di dalam tanah.
Pemeriksaan bagian tanaman cabai dilaboratorium
1. Pemeriksaan langsung (Direct Inspection)
Seluruh bagian tanaman diamati langsung dari gejala serangan cendawan dengan menggunakan binokuler microscope dan dilanjutkan dengan compound microscope dengan pembesaran 10x, 40x dan 100x (Zahara,2004).
2. Metode kertas saring (Blotter Test)
Bagian tanaman disterilisasi dengan menggunakan natrium hipokhlorit 2% selama 5 menit kemudian dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 kali dan dikeringkan dengan tissu steril. Kemudian bagian tanaman tadi disusun di atas petridish yang telah dialasi dengan kertas saring steril. Petridish diletakkan di dalam ruang inkubasi dibawah lampu NUV (Near Ultra Violet) dengan 12 jam gelap selama 7 hari. Setelah 7 hari pertumbuhan cendawan diamati dengan menggunakan compound microscope.
3. Metode Inkubasi pada Media Agar
Bagian tanaman yang sakit dan sehat dipotong (± 2 cm). Disterilkan dengan larutan natrium hipoclorit 2% selama 5 menit dan dibilas dengan air aquadest sebanyak 3 (tiga) kali dan dikeringkan dengan kertas tissu steril. Kemudian potongan tanaman tersebut disusun dalam petridish yang berisi media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi ± 5 hari dalam ruang inkubasi.